Connect with us

Badan Amil Zakat Nasional Resmi Terbentuk Di Kabupaten Nagekeo

badan amil zakat nagekeo

Nagekeo

Badan Amil Zakat Nasional Resmi Terbentuk Di Kabupaten Nagekeo

Setelah melalui tahap seleksi sejak Juli 2017 lalu, kini struktur kepengurusan Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Nagekeo resmi terbentuk. Senin, 4 Desember 2017 kemarin, bertempat di Aula VIP Gedung Kabupaten Nagekeo, Lembaga yang bertugas melakukan pengumpulan, pendistribusian serta pendayagunaan zakat di Kabupaten Nagekeo itu melakukan sosialisasi tugas – tugasnya sekaligus kepengurusan lengkap dimana H. Ibrahim Yusuf dipercaya sebagai ketua Baznas Nagekeo yang pertama.

Wakil Bupati Nagekeo, Paulinus Y Nuwa Veto dalam acara sosialisasi tersebut menyampaikan rasa syukur berikut harapan – harapan beliau serta masyarakat Nagekeo tentunya dengan berdirinya Baznas di wilayah tersebut. Paulinus menyebutkan bahwa Baznas merupakan lembaga resmi pemerintah yang berfungsi menghimpun dan menyalurkan zakat dari masyarakat, dengan berdirinya Baznas di Nagekeo maka lembaga inilah yang paling berhak melakukan pengelolaan zakat umat di Kabupaten Nagekeo.

“Kita bersyukur telah terbentuk Baznas tingkat Kabupaten Nagekeo yang mempunyai tugas khusus meningkatkan kesadaran umat untuk mengeluarkan zakat, melakukan perencanaan, pengumpulan dan pendistribusian serta pendayagunaan zakat. Kami berharap, dengan adanya Baznas pengelolaan zakat lebih sitematis dan transparan berdasarkan regulasi yang berlaku,”

Lebih lanjut Paulinus berharap berdirinya Baznas Nagekeo mampu berperan serta berkontribusi pada masyarakat khususnya umat Muslim bukan hanya secara kuantitatif semata namun juga bersifat kualitatif yakni dengan menyebar luaskan nilai serta keutamaan zakat yang berkaitan dengan keimanan, ketakwaan serta nilai – nilai pembangunan karakter kemanusiaan sebagai insan yang harus mampu memberi manfaat bagi sesamanya.

Kepada pengurus Baznas Nagekeo yang baru terbentuk, Paulinus berpesan agar dapat bekerja dengan kesungguhan hati dan bertanggung jawab agar tercapai hasil yang maksimal dalam melayani umat.

Badan Amil Zakat Nasional merupakan Lembaga Pemerintah Non Struktural yang bersifat mandiri dan bertanggung jawab kepada Presiden melalui Menteri Agama. Dasar hukup Baznas adalah Undang-undang Nomor 23 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Zakat. Sedangkan untuk pembentukan perwakilan di tingkat Kabupaten / Kota mengacu pada Keputusan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor: DJ.H/568/ Tahun 2014 Tentang Pembentukan Badan Amil Zakat Nasional di Kabupaten/Kota Se-Indonesia.

Sejalan dengan itu, Pemerintah Kabupaten Nagekeo melalui Badan Kesejahteraan Rakyat dengan berkonsultasi dan berkordinasi dengan Badan Amil Zakat Nasional di Jakarta melakukan langkah – langkah terkait dalam upaya pembentukan Baznas Nagekeo terutama proses keadministrasian serta beberapa tahapan lainnya.

Menurut H. Ibrahim Yusuf, syarat – syarat menjadi pengurus Baznas adalah WNI, Muslim, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat jasmani dan rohani, berusia minimal 40 tahun, tidak menjadi anggota partai politik,  memiliki kompetensi di bidang  pengelolaan zakat, tidak pernah dihukum karena melakukan  tindak pidana kejahatan  yang diancam dengan pidana penjara paling singkat lima tahun.

Pengurus Baznas di tingkat Kabupaten / Kota bertanggung jawab kepada Baznas Propinsi serta Bupati / Walikota wilayah bersangkutan. Dalam rangka melaksanakan tugas – tugas serta fungsinya, Baznas Kabupaten / Kota dibiayai oleh APBD Kab / Kota serta Hak Amil yang meliputi hak keuangan pimpinan, biaya administrasi umum serta biaya sosialisasi dan kordinasi. Selain dari APBD, pembiayaan juga bisa berasal dari APBN.

Bagikan ke :

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Nagekeo

To Top