Connect with us

Bupati Don Bosco Kunjungi Petani Irigasi Di Mbay

bupati don

Inspirasi dan Motivasi

Bupati Don Bosco Kunjungi Petani Irigasi Di Mbay

Bupati Don Bosco Do ke pondok-pondok bicara pertanian organik, para petani Irigasi Mbay sangat senang.

Para petani di area persawahan Irigasi Mbay Kabupaten Nagekeo mendapat kejutan istimewa di Hari Imlek, 5 Februari 2018,. Bagaimana tidak, mereka terkesima Bupati Johanes Don Bosco Do, tanpa diberitahu sebelumnya secara tiba-tiba sudah berada di halaman-halaman pondok mereka, bahkan masuk sampai ke dapur. Ia berjalan lincah di atas pematang sawah yang satu ke lainnya, menyapa dan merengkuh sebanyak mungkin tangan.

Awalnya, Bupati meninjau kebun jagung milik Danramil Kecamatan Aesesa di lokasi Transad Desa Tongurambang binaan PPL Lutgardis Teang Guru. Kemudian menuju ke kelompoktani Tunas Baru Desa Marapokot, tidak lupa dibelinya 2 karung pupuk bokashi dan 1 cerigen pupuk organik cair (POC) biourin. Selanjutnya, Ia terus bergerak ke beberapa poktan di Desa Aeramo dan Kelurahan Lape.

Perhatian langsung diarahkan menuju ke jaringan kandang sapi bantuan program pertanian terintegrasi Pola 234 di masa lalu. “Sayang sekali semuanya dibiarkan mangkrak, ini duit semua, dan seharusnya anak-anak muda yang berpendidikan bisa langsung mengerjakan ini,”ujarnya.

Bupati menyatakan tekadnya untuk mendukung terciptanya pekerjaan ikutan dari gerakan Nagekeo Organik yang dicanangkan dan mengatakan . “Saya serius perhatikan konsep organik di area irigasi ini agar, selain ternak dan beras, generasi muda juga bisa menjual pupuk organik padat maupun cair, pakan konsentrat ataupun pangan sehat dan bermutu. ”

Baca juga : Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Nagekeo Luncurkan Website Resmi

Lukas Kota, dari Poktan Idola 2 Kelurahan Lape bersemangat mengatakan, “Pak dokter, kami senang seorang Bupati datang kunjung, ini baru pertama kali terjadi.” Ketua kelompok tersebut mengaku, “Sekarang orang cenderung memilih untuk kerja pribadi, untuk berkelompok sulit sekali, Pak dokter.” Atas keluhan itu bupati berharap agar di bawah bimbingan PPL Pendamping, fungsi poktan harus dihidupkan. Selain untuk unit produksi, juga sebagai wahana kerja sama dan kelas belajar bagi petani.

Tampak dalam rombongan, Kadis Pertanian Wolfang Lena, Kepala Balai Penyuluhan Pertanian Matilde Aso dan Danramil Aesesa hadir mendampingi. Sebelum berpisah, bupati berpesan kepada rombongan agar terus mengampanyekan Gerakan Bela dan Beli Nagekeo yang dicanangkan dalam masa kepemimpinannya.

Bagikan ke :

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Inspirasi dan Motivasi

To Top