Connect with us

Dikemas Dengan Baik Arak Bisa Menjadi Cindera Mata Unik

moke minuman khas ntt

Inspirasi dan Motivasi

Dikemas Dengan Baik Arak Bisa Menjadi Cindera Mata Unik

Arak adalah jenis minuman tradisional yang banyak di temukan di daerah – daerah di Indonesia. Bahan dasar pembuatan arak biasanya adalah nira/enau, akar – akaran, beras atau ketan, pohon tebu dan beberapa jenis tumbuhan lain yang kemudian terfermentasi hingga menghasilkan alkohol kemudian disuling lagi dalam tong kayu atau tanah liat.

moke minuman khas ntt

Moke Minuman Khas Masyarakat Flores

Di sejumlah daerah yang masih kental memegang tradisi leluhur, arak bukan hanya menjadi minuman beralkohol biasa namun umum digunakan sebagai bagian dari adat pergaulan sehari – hari. Acara – acara tertentu seperti acara adat, pernikahan bahkan upacara kematian juga kerap menyertakan arak sebagai “menu” minuman untuk disajikan pada para tetamu.

Baca : Bambu – Potensi Kembangkan Ekonomi Kreatif Nagekeo

Setiap daerah umumnya mempunyai sebutan tersendiri untuk jenis minuman beralkohol tinggi ini, di Flores, Nusa Tenggara Timur, minuman ini disebut Moka, masyarakat Jawa lebih senang menyebutnya Ciu, di Maluku minuman sejenis arak yang terbuat dari aren dikenal dengan nama Sopi sementara arak Bali yang telah terkenal di kalangan wisatawan di beri nama Brem.

Karena telah dikenal sejak dari zaman nenek moyang maka arak bisa dikatakan sudah menjadi salah satu bagian dari sebuah kebudayaan atau istiadat di sejumlah daerah di nusantara. Arak di Indonesia sedikit berbeda dengan jenis arak atau arrack yang juga dikenal di sejumlah negara lain terutama di kawasan Asia Selatan hingga Timur Tengah.

Arak Indonesia mempunyai rasa khas dan sensasi “memabukan” tersendiri. Tak jarang para wisatawan khususnya yang berasal dari Eropa dan Amerika yang memang gaya hidupnya telah terbiasa dengan minuman berkadar alkohol tinggi, menyukai sensasi yang ditimbulkan setelah meneguk arak.

Dengan demikian bila diolah dengan baik arak tradisional bisa menjadi semacam “signature beverage” dari sebuah daerah atau bahkan bisa dijadikan cindera mata khusus yang unik bagi para wisatawan. Inilah salah satu sisi ekonomi kreatif yang belum banyak digali dan dikembangkan.

Di luar negeri, sudah biasa kita temukan minuman khas lokal di daya gunakan menjadi sebuah industri berskala besar.

Dengan pengolahan yang baik dan memenuhi standar higienitas, beberapa minuman lokal dari beberapa negara kini bahkan seolah menjadi semacam identitas dari negara tersebut tentu saja dikalangan para penggemar minuman beralkohol.

Sebut saja Vodka misalnya, bila mendengar nama minuman keras ini tentu yang akan terbayang adalah negara Rusia. Meksiko terkenal dengan jenis minuma eksotik berlakoholnya yakni Tequilla,Sake untuk Jepang sementara kawasan Karibia identik dengan Rum yang merupakan minuman khas angkatan laut dan bajak laut di abad 18.

Bahkan sejenis wiski yang terbuat dari Jagung diberi nama sesuai dengan nama kota yang pertama kali membuatnya yakni Bourbon City di Amerika Serikat.

Minuman – minuman tersebut pun awalnya adalah jenis minuman tradisional masyarakat lokal di sana, namun karena menjadi dikemas dengan baik dengan proses pengolahan benar dan mengikuti standar yang ditetapkan, kini arak buatan luar negeri tersebut menjadi demikian populer dan bisa ditemui di swalayan, bar, klub malam atau toko khusus minuman keras di hampir seluruh negara di dunia dalam beberapa label atau merk dagang seperti Jack Daniel’s, Chivas Regal, Smirnoff, Johnnie Walker, Captain Morgan dan banyak lagi.

Sayangnya di tanah air pengolahan arak lebih banyak dilakukan tanpa mempedulikan faktor higienitas bahkan terkadang ada beberapa oknum yang membuat minuman oplosan dari alkohol murni yang kemudian mereka labeli sebagai arak atau ciu.

Hal itu tentu saja membahayakan bagi yang meminumnya karena bila tidak melalui standar pengolahan yang tepat alkohol bisa tereduksi menjadi metanol sebuah zat berbahaya yang bisa mengakibatkan kelumpuhan, kebutaan bahkan kematian.

Padahal bila dikemas dengan baik setelah melalui proses pengolahan dan standar kualitas yang ketat, tentu arak tradisional Indonesia menjadi semakin populer dan bahkan bukan tidak mungkin akan go internasional serta bersaing dengan jenis minuman keras asal luar negeri.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Inspirasi dan Motivasi

To Top