Connect with us

EVAS : Yang Gigih Bekerja Dalam Diam

evas

Politik

EVAS : Yang Gigih Bekerja Dalam Diam

“Bermimpilah setinggi mungkin, lalu bekerja keraslah dengan konsisten di dalam diam.”

Ungkapan diatas mungkin yang sedang dilakoni oleh pasangan Elias Djo dan Servasius Podhi yang telah berikrar sebagai pasangan sehidup semati bakal calon (balon) Bupati dan Wakil yang akan mengikuti pemilukada Nagekeo 2018 nanti yang juga secara serentak untuk daerah lainnya di Indonesia.

Ditengah kemegahan seremonial penyambutan kandidat layaknya seorang putera mahkota yang merupakan gaya lama yang dipertontonkan oleh kandidat lain maka EVAS yang merupakan singkatan nama dari Elias – Vasi lebih memilih untuk bekerja dalam diam dan bekerja dengan gaya blusukan ala Jokowi – Ahok ketika keduanya memenangkan Pilkada DKI beberapa tahun lalu.

evas

Elias Djo – Servasius Podhi

Sebagai petahana tentu saja tak sulit bagi Elias yang sangat paham geo politik Nagekeo untuk kembali menggalang dukungan melalui kunjungan dari rumah ke rumah dan berbicara dari hati ke hati untuk mendengar segala keluh kesah masyarakat Nagekeo dibawah kepemimpinannya yang masih tersisa dua tahun lagi.

Baca : Kabupaten Nagekeo Raih Penghargaan Dari Pemerintah Pusat

Elias menerapkan seni berkompetisi Ala Sun Tzu yakni untuk memenangkan sebuah kompetisi maka tidak lagi menggunakan metode yang sama dimana setiap kali bertemu masyarakat masih menggunakan cara-cara protokoler yang memberikan kesan “dilayani” maka kini pendekatan tersebut mulai dikurangi karena Elias paham bahwa pemimpin harus melayani dan bukan dilayani apalagi kini Elias menggandeng Vasi yang notabene seorang pekerja keras dengan prestasi yang cemerlang semasa berkarya di asuransi Jiwasraya.

Vasi dianggap sebagai sosok yang mampu bersinergi dengannya dalam mengeksekusi setiap program pembangunan yang dicanangkan karena pengalamannya dalam dunia asuransi dimana setiap keputusan yang diambil harus cepat, tepat dan akurat seperti yang sering kita dengar pada setiap pidato mantan presiden Republik Indonesia, SBY, yang kini menjabat sebagai ketua majelis tinggi partai Demokrat.

Memang,disatu sisi bahwa bekerja dalam diam tentu kontradiktif dengan upaya mendulang suara dari pemilih pada pemilukada nanti sebab orang sulit untuk total bekerja dan berada di panggung sekaligus.

Namun bekerja dalam diam disini adalah bekerja tanpa harus melibatkan kamera dengan berbagai acara yang protokoler sehingga kitapun berasumsi bahwa masyarakat hanya datang, duduk, dengar dan diam (3D) karena semuanya tak mendapat kesempatan untuk berbicara dengan berbagai alasan, diantaranya waktu yang tak cukup, kurang percaya diri untuk berbicara didepan umum, ketersinggungan dan lain sebagainya.

Pola seperti ini yang sedang dilakoni oleh EVAS yang gigih bekerja dalam diam untuk kemajuan bersama di Nagekeo dan akan menjadikan Golkar sebagai salah satu kendaraan politik keduanya pada pemilukada 2018 nanti.

Refleksi Bagi kita Orang Nagekeo Jelang Pilkada 2018 :

Partai Politik itu tempat beraktifitasnya orang-orang besar, dan karenanya mereka bekerja mengurusi orang-orang kecil.

Orang besar itu tercermin dari sikap prilaku gemar BERBAGI dan bukan egois mau menang sendiri.

Orang besar itu ikhlas MEMBERI bukan rakus menggunakan fasilitas untuk memperkaya diri.

Orang besar itu bekerja pakai aturan untuk melayani, bukan menabrak aturan untuk dilayani.

Bekerja melayani hamba karena menganggap dirinya tuan, bukan melayani tuan karena menganggap dirinya hamba.

Orang besar itu jiwanya besar, bukan nafsu dirinya yg besar, mereka-mereka adalah orang-orang yang sudah selesai dengan dirinya sendiri.

Continue Reading

Anak Desa Lahir di Ratedao, Web Developer & Digital Marketing Enthusiast. WA 0812 9385 2864

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Politik

To Top