Connect with us

Ingat! Mahasiswa Adalah Agen Perubahan Bukan Orang Tidak Jelas

kampanye-kreatif-pilkada-nagekeo

Politik

Ingat! Mahasiswa Adalah Agen Perubahan Bukan Orang Tidak Jelas

kampanye-kreatif-pilkada-nagekeo

Kampanye Kreatif Mahasiswa Nagekeo Di Bali

Kampanye kreatif mulai dilakukan oleh para relawan dan juga simpatisan dr. Don Bosco baik secara off-line maupun On-line dibeberapa situs media sosial. Tak ketinggalan Mahasiswa asal Nagekeo yang kini sedang belajar dibeberapa kota besar di Indonesia juga mulai menunjukan jati diri mereka karena Mahasiswa adalah agen perubahan.

mahasiswa tidak jelas

Komentar Tentang Mahasiswa Tidak Jelas di Facebook

Menanggapi komentar miring yang ada pada Facebook tentang pernyataan bahwa Mahasiswa Tidak Jelas (baca disini) yang berpose dalam upayanya memberikan dukungan terhadap dr. Don Bosco tentu saja kita patut menyayangkan pernyataan tersebut sebab yang mengomentari bisa dikatakan telah kehilangan respect terhadap mahasiswa asal Nagekeo dan perlu kita pahami bahwa berbicara tentang mahasiswa berarti berbicara tentang perubahan, berbicara tentang perubahan berarti berbicara tentang mahasiswa.

Baca : Jelang Penentuan Wakil, Elektabilitas dr. Don Bosco Terus Naik

Meskipun mereka berada diperantaun dan tak memiliki hak pilih pada pilkada Nagekeo 2018 nanti namun kita patut mengapresiasi upaya mahasiswa tersebut yang memberikan pendidikan politik yang baik berupa kampanye kreatif yang mereka lakukan tanpa adanya isu santet, money politic maupun black campaign lainnya yang mereka lakukan.

Mereka telah belajar bagaimana menggunakan cara-cara yang santun dalam upayanya mendukung seorang figur yang diyakini dapat membawa perubahan karena masyarakat Nagekeo umumnya merindukan sebuah perubahan karena sudah hampir 9 (Sembilan) tahun kita secara administratif memiliki kabupaten sendiri namun masyarakat belum merasakan betul sebuah perubahan.

Mahasiswa sebagai agent of change memiliki artian bahwa ia terbuka dengan segala perubahan yang terjadi di tengah masyarakat sekaligus menjadi subjek dan atau objek perubahan itu sendiri. Selain itu, mahasiswa pun diharapkan dan menjadi harapan untuk menjadi seorang pemimpin di masa depan yang memiliki kemampuan intelektual, tangguh dan berakhlak mulia. Itulah yang dimaksud mahasiswa sebagai iron stock, sebagai tonggak penentu bangsa.

Hingga kini ada tanggapan dari Facebooker lainnya diantaranya Bapak Fransiskus Muga yang juga merupakan salah satu tokoh muda Nagekeo serta pegiat sosial media.

Mendukung figur yang akan berkompetisi pada Pilkada Nagekeo 2018 tentu sah-saha saja namun yang perlu diingat bahwa kita harus tunjukan respect pada pihak lain termasuk pada Mahasiswa yang dengan sukarela memberikan dukungan dan sekali lagi kita perlu belajar dari para Mahasiswa tentang bagaimana berkampanye secara kreatif baik melalui media internet maupun media lainnya.

Anak Desa Lahir di Ratedao, Web Developer & Digital Marketing Enthusiast. WA 0812 9385 2864

4 Comments

4 Comments

  1. Morgan

    March 31, 2017 at 2:35 pm

    Mahasiswa sebagai agen perubahan
    .?
    Sebagai agen perubahan tdak bisa langsung main politik praktis.

    Idealisme mahasiswa mau taruh dimana kalo caranya seperti diatas.
    Mahasiswa tdal beda sama masyarakat yang mengkampanyekan salah satu PASLON dukungam mereka yg dlam tanda kutip tolak ukurnya belum bisa kita simpulkan…

    Perlu di ketahui mahasiswa bali seluruhnya tdak mau dan tdak bisa bermain politik praktis.

    Yang diatas cuma 1% mahasiswa asal nagekeo lebih tepatnya wolowae yg mengaku sbagia agen perubahan,
    Dan bisa jadi ada permainan politik disana, kitakan tdak tahuu.

    Jangan diam diam mengklaim sebagai perwakilan mahasiswa NAGEKEO yg ada Di BALI.

    Saya tdak bermaksud untuk tdak mendukung atau mendukung sala satu paslon,

    Tetapi sangan dizayangkan ketika mahasiswa yang punya kemampuan intelektual lebih baik dari masyarakat pada umumnya, harus menyatakan sikap seperti diatas.
    Dimana hal pembedanya dgan tman2 tdak sekolah.
    ?

    Thanks

    • David

      March 31, 2017 at 8:30 pm

      dukung-,mendukung itu sah-sah saja.
      Pada intinya yang jelas mereka adalah anak muda yang sedang mengasah kemampuan demi menyambut tantangan perkembangan zaman.

      Apakah tantangan ini hanya untuk individu? Tentu tidak, karena perkembangan zaman pasti menuntut setiap komponen masyarakat untuk berpartisipasi kedalamnya. Disinilah peran mahasiswa sebagai seorang yang terpelajar, dengan ilmunya diharapkan bisa menuntun masyarakat untuk beradaptasi menghadapi perubahan agar tidak kalah saing dengan yang lain.

      Mahasiswa yg berpose diatas adalah representasi dari masyarakat Nagekeo yang ingin akan sebuah “Perubahan”.

  2. Morgan

    April 3, 2017 at 1:49 pm

    Oke pak.

    Tapi bukan perwakilan mahasiswa yang ada di BALI.

    Poinya seperti ini:
    Saya tdak mengatakan untuk larang para teman teman mahasiswa untuk tdak memdukung sala satu paslon dukungan mereka, tapi caranya yng salah.

    Kalau seperti ini murni permainan politik untuk kepentingan salah satu paslon, anak SD pun bisa nyatakan sikap demikian.

    Mahasiswa dengan kapasitas intelektual yang lebih baik harus nyatakan kberpihakan dirinya melalui pengawasan, sosialisasi kepada masyarakat dan orang tua khususnya, demi memyukseskan PILKADA mendatang agar madyarakat benar benar memilih calon yang pantas dan bisa membawa NAGEKEO lebih baik 5 tahun kedepan,

    Mahasiswa justru di kampanye,
    Baru kali ini ada mahasiswa seperti ini,

    Setelah saya survei ternyata semuanya berasal dari kecamatan yang sama,
    Jelas politik identitas di permainkan disini.

    Mahasiswa bukan jadi agen perubahan tapi tdak lebih orang yang tdak ada pendirian berpikir alias ngambang.

    THANKS.

    • nagekeo

      April 5, 2017 at 6:22 am

      pengawasan, sosialisasi kepada masyarakat itu membutuhkan figur dan figur yang yang menurut mereka layak di “PERCAYA” pak itu saha-sah saja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Politik

To Top