Connect with us

Isu Santet Turut Menghangatkan Suasana Jelang Pilkada Nagekeo 2018

Politik

Isu Santet Turut Menghangatkan Suasana Jelang Pilkada Nagekeo 2018

Jelang pemilihan kepada daerah tentu saja akan banyak isu liar yang beredar di masyarakat luas dimana salah satunya adalah isu santet. Isu ini dianggap cukup seksi untuk menakut-nakuti para kandidat yang dianggap sebagai lawan tangguh maupun untuk mengurangi elektabilitas para kandidat yang ikut berkompetisi walaupun disatu sisi tak menutup kemungkinan bahwa ada pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan situasi jelang pilkada ini untuk mengadu domba para kandidat yang sedang berkompetisi.

santet pilkada

Bagi masyarakat modern tentu saja mendengar kata santet akan membuat mereka tertawa geli sebab kita bukan lagi hidup di zaman megalitikum (zaman batu) melainkan di zaman yang serba modern dengan laju teknologi yang sudah tak tertahankan lagi. Salah satu potensi konflik menjelang pilkada juga adalah isu santet karena di Nagekeo sendiri masyarakat masih percaya terhadap adanya kekuatan metafisik meskipun masyarakat Nagekeo dikenal sebagai masyarakat yang religius.

Santet memang sangat sulit dicerna oleh akal sehat namun bagi sebagian orang percaya bahwa misteri ini nyata. Secara umum santet sudah dikenal sejak zaman dahulu, tetapi hingga kini misteri itu belum bisa diungkap. Menurut mereka yang percaya bahwa cara kerja santet bermula dari bantuan jin jahat dengan mengirimkan serangan gaib kepada korban.

Menurut Wikipedia, Santet adalah upaya seseorang untuk mencelakai orang lain dari jarak jauh dengan menggunakan ilmu hitam. Santet dilakukan menggunakan berbagai macam media antara lain rambut, foto, boneka, dupa, rupa-rupa kembang, paku dan lain-lain. Seseorang yang terkena santet akan berakibat cacat atau meninggal dunia. Santet sering di lakukan orang yang mempunyai dendam karena sakit hati kepada orang lain.

Disetiap daerah, sebutan Santet tentu saja berbeda-beda seperti di Jawa Timur warga setempat menyebutnya teluh atau ganggoang, desti untuk di Jawa Tengah dan Bali sedangkan di luar negeri orang menyebut santet ini dengan sebutan voodoo. Sama seperti santet, voodoo juga sangat terkenal di luar sana dan dipisahkan menjadi dua aliran yaitu putih dan hitam.

Namun apapun itu sebutannya, baik di Indonesia ataupun di luar sana, ilmu santet merupakan ilmu yang mempunyai tujuan untuk menghancurkan musuhnya dengan cara menyerang langsung pada fisik korban, pikiran, keluarga, masa depan ataupun bisnis dari si target. Santet secara medis hampir bersifat sui generis atau tidak bisa diklasifikasikan.

Sebagai warga Nagekeo tentu saja kita berharap bahwa kompetisi menjelang pilkada 2018 hendaklah kita lebih bijaksana dan lebih mengedepankan kepentingan masyarakat luas dengan memberikan sebuah pendidikan politik yang baik karena tujuannya sama yaitu ingin sebuah perubahan ditanah Nagekeo.

Anak Desa Lahir di Ratedao, Web Developer & Digital Marketing Enthusiast. WA 0812 9385 2864

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Ingat! Mahasiswa Adalah Agen Perubahan Bukan Orang Tidak Jelas - Nagekeo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Politik

To Top