Connect with us

Jaring Pemilih Muda, Patris Bentuk Wadah KOMPAS Untuk Paul – Seli

anggota kompas

Politik

Jaring Pemilih Muda, Patris Bentuk Wadah KOMPAS Untuk Paul – Seli

Kelompok Orang Muda Paul – Seli yang disingkat KOMPAS merupakan gabungan anak muda atau orang-orang berjiwa muda sebagai wadah untuk mendukung Paul dan Seli yang merupakan bakal calon (balon) Bupati dan Wakil untuk pemilukada Nagekeo 2018 mendatang.

Wadah yang diketuai oleh Patris Lali Wolo yang merupakan salah satu toko muda Nagekeo bertujuan untuk menjaring pemilih pemula dan memberikan pemahaman terutama tentang pendidikan politik yang santun, mengedepankan kepentingan orang banyak dan yang tak kalah pentinganya adalah upaya untuk kaderisasi guna melanjutkan estafet kepemimpinan yang selama ini telah diemban oleh Paul – Seli.

patris lali wolo

Patris Lali Wolo, S.Pt

Patris demikian sapaan akrab pria asal Boawae memilih Usman sebagai sekjen KOMPAS dimana keduanya akan bersinergi untuk terus menggalang dukungan bagi Paul – Seli karena dianggap sebagai figur yang cocok untuk memimpin Nagekeo untuk periode 2018 – 2023 karena beberapa pertimbangan, diantaranya muda dan enerjik, jujur serta peduli dimana pertimbangan tersebut sejalan dengan cita-cita Paul – Seli untuk membawa perubahan bagi Nagekeo.

anggota kompas

Kegiatan Perdana KOMPAS

Melalui KOMPAS juga para pemilih pemula diberi pandangan untuk memilih dengan prinsip “Minus Malum” karena setiap manusia tentu saja memiliki kelebihan dan kekurangan. Paul – Seli juga dianggap sebagai figur yang menyatukan aneka perbedaan, keragaman, kemajemukan yang ada di Nagekeo sehingga bagi para pemilih terus diberikan pendidikan politik yang baik terutama upaya untuk membuang jauh-jauh ego sektarian-primordial seperti ego suku, agama, ras, antar golongan (SARA).

Baca : PAUL-SELY : Menyatu Dengan Masyarakat Melalui Pendekatan Budaya

Salah satu anggota KOMPAS mengatakan bahwa Paul – Seli adalah wujud nyata kemampuan para calon pemimpin yang bisa membangun persatuan di Nagekeo.

Masing-masing menyadari “bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh” dan dalam kearifan budaya Nagekeo dikenal dengan istilah “To’o jogho waga sama. Ma’e papa welu” yang harus dijunjung tinggi oleh para pemimpin di Nagekeo untuk dapat mewujudkan cita-cita mulya para pendiri Nagekeo dimasa lampau.

Sifat santun, saling menghormati, maupun gotong-royong telah menjadi karakter spesifik, jati diri masyarakat Nagekeo sepertinya terabaikan menjelang pemilukada 2018 nanti hingga kerap terjadi penonjolan egoisme sektoral yang menjadi salah satu pemicu terhambatnya program pembangunan dikemudian hari.

Sifat individualistis, hedonis, konsumtif, unsolidaritas sangat bertolak belakang dengan sifat, karakter masyarakat Nagekeo dan menjadi karakter baru yang mengancam ‘persatuan’ sesama anak Nagekeo yang alpa menjaga dan melestarikan karakter masyarakat Nagekeo itu sendiri. Melalui KOMPAS, Patris ingin agar para pemilih pemula benar-benar melihat figur yang dapat membawa perubahan dan bukan karena faktor negative lainnya yang sudah kami uraikan diatas.

Anak Desa Lahir di Ratedao, Web Developer & Digital Marketing Enthusiast. WA 0812 9385 2864

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Politik

To Top