Connect with us

Marselinus Adjo Bupu – Ingin Reformasi Birokrasi dan Percepatan Pembangunan Di Nagekeo

Tokoh

Marselinus Adjo Bupu – Ingin Reformasi Birokrasi dan Percepatan Pembangunan Di Nagekeo

Lahir dengan nama Marselinus Adjo Bupu, pria yang akrab disapa Seli kini menjabat sebagai ketua DPRD Nagekeo untuk periode 2014 – 2019 yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Tegas namun humanis merupakan karakteristik Seli yang lahir pada tanggal 16 Januari 1966 di Boawae yang juga merupakan ibukota kecamatan Boawae, Nagekeo, Flores. Perjuangannya hingga menjabat sebagai ketua DPRD Nagekeo tentu saja penuh dengan suka dan duka apalagi beliau memilih untuk bergabung dengan PDIP yang dikenal sebagai partai kader yang memiliki prinsip yang kuat.

marselinus ajo bupu

Marselinus Adjo Bupu – Ketua DPRD Nagekeo

Seli yang merupakan putra sulung dari pasangan Alm. Bapak Lodowyk Djago Dede dan Alm. Ibu Imelda Nage Wona merupakan almuni Akademi Farming Semarang dimana sebelumnya beliau menamatkan studinya di Sekolah Peternakan dan Pertanian St. Isidorus Boawae.

Sebagai anak laki-laki tertua Seli terpanggil untuk kembali berkarya dikampung halamannya mengingat kala itu hampir sebagian anak-anak laki-laki yang dari kampung halamannya pergi untuk menuntut ilmu dipulau Jawa. Ayah dari Seli merupakan kakak kandung dari Alm. Bapak Emil Waso Ea yang juga pernah membawa budaya Nage untuk diperkenalkan kepada khayalak umum di Taman Mini Indonesia Indah ketika Alm. Bapak Joacim Reo masih menjabat sebagai Bupati Ngada.

Dari Alm. Bapak Emil yang juga merupakan ayah dari Bapak Yosep Djuwa Dobe Ngole (Os), Seli banyak belajar tentang kehidupan bermasyarakat serta bagaimana untuk merangkul berbagai pihak (keluarga besar di Boawae, Malapaubhara, Rowa, Mbay dan juga Ma’u) dari latar belakang perekonomian serta pendidikan yang berbeda-beda.

Pada tahun 1999, Seli menikahi Ibu Agustina Monica Ngora Maghi yang juga putri dari Alm. Bapak Eman Maghi asal Bosiko, Bajawa, dan kini kedua pasangan ini dikarunia 5 (lima) orang anak yaitu Tasya Ngole, Tania Ea Tawa, Bouvan Djago Dede (Almarhum), Caca Meo dan Emilio Waso Ea.

Sebagai ketua DPRD Nagekeo tentu saja Seli memikul tugas yang cukup berat dimana job description beliau bersifat umum dan mencakup semua bidang koordinasi serta terus berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah untuk membangun Nagekeo yang secara resmi berdiri pada 22 Mei 2007 dimana sebelumnya berada dibawah wilayah administratif Ngada.

Selama menjabat sebagai ketua DPRD, Seli banyak melakukan pendekatan dengan berbagai tokoh masyarakat Nagekeo sehingga menjadi landasan dalam pengambilan kebijakan dan beliau selalu berpesan dalam bahasa sederhana bahwa siapapun harus bisa memberikan pendapat apalagi diera demokrasi seperti saat ini tanpa ada pihak yang mencoba untuk menghalanginya dan sebagai wakil rakyat berkewajiban untuk mendengar setiap aspirasi masyarakat kemudian membahasnya pada rapat DPRD sehingga dapat dieksekusi oleh pemerintah daerah Nagekeo dengan baik pula.

Seli juga berpendapat bahwa reformasi birokrasi serta percepatan pembangunan di Nagekeo merupakan hal yang urgent saat ini sehingga bagi siapapun yang memimpin Nagekeo hendaknya memperhatikan hal ini.

seli ajo suralaja

Menyaksikan Pagelaran Budaya Etu (Tinju Adat) di Suralaja

Memasuki usia 51 tahun tentu saja merupakan usia yang PAS bagi Seli untuk terus melangkah bersama masyarakat Nagekeo dalam membangun wilayahnya. Dukungan keluarga merupakan hal yang mutlak dalam karir Seli sehingga beliau selalu menjaga hubungan baik dengan keluarga karena menurutnya sebelum melangkah keluar tentu saja dukungan keluarga terutama istri dan anak-anak adalah doa dan terang dalam setiap langkah hidupnya.

Anak Desa Lahir di Ratedao, Web Developer & Digital Marketing Enthusiast. WA 0812 9385 2864

4 Comments

More in Tokoh

To Top