Connect with us

Berpartisipasi Dalam Tour de Flores, PEMDA Nagekeo Diharapkan Kembangkan Industri Pariwisata Dan Pemasarannya

Peserta Tour de Flores 2016 (Foto: The Jakarta Pos)

Pariwisata

Berpartisipasi Dalam Tour de Flores, PEMDA Nagekeo Diharapkan Kembangkan Industri Pariwisata Dan Pemasarannya

Tour de Flores atau TdF kini telah menjadi event tahunan kementerian Pariwisata di Pulau Flores – dimana ajang balap sepeda yang diikuti oleh peserta dari berbagai negara ini akan melewati Kabupaten Nagekeo. Sebelumnya PEMDA Nagekeo tak ikut berpartisipasi karena alasan infrastruktur yang belum memadai – sehingga para peserta pada akhirnya tak singgah di Mbay yang merupakan ibukota Kabupaten Nagekeo.

Yayasan AlSEMAT (Alumni Seminari Mataloko) merupakan inisiator diadakan ajang ini – disini kami tak ingin memperbincangkan mengenai pro atau kontra Tour de Flores namun lebih kepada inovasi yaitu tentang apa yang harus dilakukan oleh PEMDA Nagekeo agar ajang ini benar-benar dimanfaatkan dengan baik untuk meningkatkan sektor pariwisata di Nagekeo.

Baca : Tour de Flores Dalam Pusaran Perdebatan Orang Flores

Sekali lagi bahwa TdF merupakan sebuah event besar dan sesuatu yang besar tentu saja membutuhkan campur tangan banyak pihak maka kita wajib mengapresiasi keputusan PEMDA Nagekeo yang pada akhirnya setuju untuk menyisihkan APBD agar dapat digunakan dalam membiayai penginapan dan konsumsi panitia dan peserta selama mereka berada di Mbay yang akan menjadi etape ke lima – pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum serta Perumahan Rakyat yang telah mengeluarkan dana dari APBN untuk perbaikan jalan rusak dari Aegela-Kota Mbay yang berjarak kurang lebih 30-an kilometer – yayasan ALSEMAT yang bukan hanya sebagai inisiator namun telah mengeluarkan biaya yang tidak sedikit demi berlangsungnya ajang balap sepeda tahunan ini.

Sebagai sebuah wilayah administratif yang sebelumnya berada dalam wilayah administratif Ngada tentu saja Kabupaten Nagekeo terus mengembangkan pembangunan diberbagai sektor – namun dengan adanya ajang Tour de Flores tentu kita berharap bahwa PEMDA Nagekeo juga lebih fokus pada pengembangan sektor pariwisata.

Industri Pariwisata dan Pemasarannya Menjadi Hal yang Urgensi

Ajang Tour de Flores bukan soal gegap gempitanya karena para pebalap sepeda dari seluruh belahan dunia hadir ditengah kita – akan tetapi lebih kepada upaya promosi berkala yang dilakukan oleh berbagai pihak yang mensukseskannya. Promosi berkelanjutan ini tentu saja akan memberikan dampak yang sangat besar (benefit) apabila ada campur tangan semua pihak terutama pihak PEMDA untuk lebih inovatif dalam mengembangkan sektor pariwisata terutama tentang industri pariwisata itu sendiri dan juga pemasarannya.

Proses branding tentu saja menjadi faktor yang sangat penting dalam industri pariwisata – apalagi TdF memiliki tag-line Explore the Wonderful Land – yang menurut hemat kami sangat spesial sebab dapat menarik minat para wisatawan untuk mengunjungi Pulau Flores dan beberapa pulau lain disekitarnya.

4 (empat) elemen penting yang saling bertautan dalam mengembangkan pariwisata yaitu destinasi, industri, pemasaran dan kelembagaan pariwisata tentu saja membutuhkan sebuah inovasi – dan patut kita akui bahwa Kabupaten Nagekeo saat ini masih sangat minim tempat atau destinasi wisata bahkan produk-produk lokal yang berhubungan dengan industri pariwisata sepertinya belum memiliki target market yang tepat karena tidak berjalannya dua dari 4 pilar pariwisata seperti yang kami sebutkan diatas.

Baca juga : Program NagekeoPintar Sekolah Go Online – Pengerjaan Website Gratis Sekolah di Nagekeo

Berbagai pro kontra yang terjadi menjelang Tour de Flores tentu saja menjadi momentum bagi PEMDA untuk lebih inovatif sehingga hadirnya TdF benar-benar memberikan benefit bagi perkembangan pariwisata setempat.

Sejauh ini kita masih sebagai penonton sebab seperti yang sudah kami katakan bahwa destinasi, industri, pemasaran dan kelembagaan pariwisata belum dijalankan secara maksimal. Keberanian PEMDA untuk ikut berpartisipasi pada Tour de Flores 2017 diharapkan sebagai momentum pertumbuhan pariwisata Nagekeo.

Tentu saja kita harus tetap optimis bahwa dengan adanya Tour de Flores setidaknya pulau Flores kini lebih dikenal hingga ke mancanegara dan ini merupakan sebuah investasi jangka panjang yang sangat baik dalam pengembangan pariwisata (promosi) – sehingga dampaknya akan terlihat beberapa tahun mendatang seiring dengan inovasi dalam industri pariwisata itu sendiri.

Tulisan ini tentu saja bukan sebuah kritik terhadap pariwisata di Nagekeo namun sebagai masukan bagi PEMDA – agar event Tour de Flores benar-benar menjadi ajang balap sepeda internasional yang memperkenalkan pariwisata Nagekeo pada dunia Internasional – sebab pepatah lama mengatakan bahwa setiap usaha dan kerja keras hari ini tak akan pernah mengingkari hasil akhir dikemudian hari!

Anak Desa Lahir di Ratedao, Web Developer & Digital Marketing Enthusiast. WA 0812 9385 2864

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Sejarah Tour de Flores Sebagai Event Balap Sepeda Tahunan Dipulau Flores - Nagekeo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Pariwisata

To Top