Connect with us

Tim Masa Depan itu Bernama Persena Nagekeo

hancel-goru-dolu

Nagekeo

Tim Masa Depan itu Bernama Persena Nagekeo

“Nagekeo to’o jogho waga sama, seka talo, seka talo!”

Demikianlah lantunan para Persena Mania iringi perjuangan para punggawa Persena Nagekeo. Kemarin, 19 Juli 2017, para ksatria bola Nagekeo memasuki bumi Ende Lio, tuan rumah perhelatan Liga 3 PSSI NTT turnamen El Tari Memorial Cup (ETMC) edisi XXVIII. Layaknya para ksatria, mereka datang dengan sikap gagah berani. Siap bertarung melawan semua tim-tim kabupaten lain di NTT. Fase semifinal telah ditetapkan sebagai target tim.

Persena Nagekeo memang belum menjadi kekuatan klasik di NTT. Target semifinal, oleh sebagian orang, mungkin dianggap terlalu berlebihan. Wajar, sebab tim belia ini baru resmi berdiri pada tahun 2011. Nagekeo sendiri baru “berpisah” dari Kabupaten Ngada pada tahun 2007. Masih banyak pekerjaan rumah perihal pengembangan sepakbola yang harus dilakoni di wilayah itu.

Baca : Sejarah Tour de Flores Sebagai Event Balap Sepeda Tahunan Dipulau Flores

Namun, merujuk pada prestasi yang telah dicapai oleh tim belia ini, target semifinal tampaknya masuk akal. Tim ini pernah tiga kali berturut-turut menembus semifinal turnamen ETMC dan berujung sebagai peringkat 3. Itu terjadi di edisi ETMC tahun 2010, tahun 2011 dan tahun 2013. Di edisi terakhir, yakni ETMC tahun 2015 di Maumere, Persena harus pulang terlebih dahulu setelah merasakan kerasnya grup neraka yang diisi oleh dua finalis edisi ETMC sebelumnya: Persamba Manggarai Barat dan PSN Ngada.

Selain berada di grup neraka, ketika itu, Persena Nagekeo mengalami penurunan peforma. Para pemainnya telah berada di ujung usia emasnya. Regenerasi lalu jadi bahan utama evaluasi. Aneka kompetisi dan pengembangan potensi lokal lalu rutin digalakan. Maka menjamurlah klub-klub lokal baru di Nagekeo dan melimpahnya stok pemain. “Sepakbola bukan hanya tentang bakat. Imajinasi tentang sepakbola juga penting. Dengan banyaknya kompetisi, imajinasi anak-anak tentang sepakbola dan kemauan untuk menekuni sepakbola akan lahir,” ujar Ryano Depa, asisten pelatih Persena Nagekeo.

Kompetisi Tak Melulu Berpusat di Ibukota

Di Nagekeo, kompetisi sepakbola skala besar, tak hanya berpusat di ibukota Mbay. Tokoh-tokoh lokal dan masyarakat di beberapa wilayah bahkan telah membuat kompetisi sejak Nagekeo belum berdiri sebagai kabupaten sendiri. Semisal Boawae Cup, Tonggurambang (Surabay II) Cup, Toto Cup dan lain-lain. Lewat sepakbola itulah mereka berinteraksi dengan masyarakat wilayah lain dan secara tak langsung meletakkan dasar-dasar sepakbola Nagekeo.

Belakangan, turnamen semacam Bupati Cup, kompetisi Haornas dan Antar Klub di ibukota Mbay makin memantapkan pengembangan sepakbola di wilayah itu. Problem regenerasi yang mandek saat ETMC 2015 berhasil ditutupi kali ini. Tim kuning biru itu berangkat ke Ende dengan peain-pemain mudanya yang telah teruji di level klub dan aneka kompetisi. Beberapa nama punggawa Persena Nagekeo di ETMC kali ini bisa diajukan sebagai jaminan mutu.

Ada El Capitano Tyan Daga yang pernah menjadi andalan PS Kota Kupang, mengikuti seleksi di Bali United dan membela panji-panji NTT di tingkat nasional. Ada pula Harys Aja yang pernah moncer bersama PSN Ngada Malang. Belum lagi idola publik Mbay dalam diri Luger Santoso yang kenyang pengalaman di kancah ETMC, juga sang playmaker Haris yang menghentak Stadion Lebijaga Bajawa saat berujicoba melawan PSN Ngada beberapa waktu lalu, dan pemain-pemain muda potensial lainnya.

Tim muda ini dilatih oleh pelatih kepala Edward Y. Togo, didampingi asisten pelatih Ryano Depa dan Acan Ibrahim serta pelatih kipper Bili Verdyn. Semuanya adalah anak-anak muda eks punggawa Persena Nagekeo yang memiliki passion untuk memajukan sepakbola Nagekeo. Kristianus Dua Wea yang memimpin Askab Nagekeo periode ini pun berkomitmen kuat dalam mengembangkan sepakbola di kabupaten muda itu.

Tidak ada prestasi gemilang yang diraih secara instan. Credo ini dipegang teguh oleh Askab Nagekeo. Dalam kongres tahunan Askab PSSI Nagekeo tahun 2017, reformasi dan perubahan mendasar atas tata kelola persepakbolaan adalah agenda utama. Di dalamnya termasuk memantapkan turnamen-turnamen lama yang tak berpusat di ibukota kabupaten, sebagai kawah candradimuka potensi lokal.

To’o Jogho Waga Sama, Seka Talo

To’o jogho waga sama bermakna saling mendukung dan bergandengan tangan. Askab, Pemkab, dan segenap punggawa Persena Nagekeo telah mantap mencurahkan segala sumber daya untuk mengharumkan nama Nagekeo. Kini, peluit pertandingan ETMC akan segera berbunyi. Apakah warga Nagekeo akan membiarkan para ksatria bola Nagekeo itu memasuki “Nata Etu” sendirian?

Segalanya masih mungkin terjadi di atas lapangan. Segala perjuangan untuk memajukan sepakbola di Nagekeo akan diuji di ETMC ini. Semua hasil ujicoba yang menunjukkan tren positif mesti tetap dijaga jika ingin mencapai hasil maksimal. Dukungan penuh Persena Mania bisa jadi suntikan moril yang sangat berarti di Ende nanti.

Leluhur orang Nagekeo sejak dahulu kala telah mengajarkan konsep gotong royong to’o jogho waga sama. Dengan spirit to’o jogho waga sama, mereka percaya ujungnya adalah seka talo, tak bisa dibendung. Di ETMC ini dan momen-momen selanjutnya, dukungan dan doa para Persena Mania harus dibuktikan dengan kehadiran mereka kala para punggawa Persena bertarung di lapangan.

Publik bola NTT akan menantikan mars “kami datang untuk mendukungmu, pahlawan kuning biru, tak peduli selatan, utara, barat, timur, kami selalu mendukungmu! Jeka Persena Nagekeo seka talo,” bergaung di Stadion Marilonga. Dan memang mesti itulah yang hendaknya terjadi. Datang dengan gagah berani, pulang layaknya ksatria sejati. Sebagaimana di perhelatan Etu/arena tinju adat, mahkota juara dan kemenangan, bukanlah hal utama. Aroma kompetisi dan imajinasi soal sepakbola akan memperkaya agenda reformasi dan tata kelola tim belia Persena Nagekeo, sebagai tim masa depan.Persena kibarlah di udara. ***

Penulis adalah pecinta sepakbola NTT.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Nagekeo

To Top