Connect with us

Tour de Flores Dalam Pusaran Perdebatan Orang Flores

Peserta Tour de Flores 2016 (Foto: The Jakarta Pos)

Wisata

Tour de Flores Dalam Pusaran Perdebatan Orang Flores

Peserta Tour de Flores 2016 (Foto: The Jakarta Pos)

Tour de Flores Dalam Pusaran Perdebatan Orang Flores. Sesuatu yang dikhawatirkan, jangan sampai Tour de Flores digagas oleh orang Flores, digagalkan oleh orang Flores juga. – Pelaksanaan Tour de Flores tinggal menghitung hari. Tapi perdebatan menyeruak di media sosial. Pro dan kontra Tour de Flores mengemuka. Ada setuju, ada yang menolak. Masing-masing kubu memiliki alasan masing-masing.

Saya mengikuti alur perdebatan di wall facebook, abang Valens Daki-Soo. Tulisan yang bersifat klarifikasi dan sumbang saran bagi pelaksanaan Tour de Flores. Tentu saja sumbang pemikiran bagi penyelenggara atau event organizer (EO) Tour de Flores, dalam hal ini dipegang oleh Yayasan Alsemat Jakarta.

Dari tulisan tersebut, saya menemukan cita-cita luhur putra-putri Flores yang melahirkan gagasan besar bagi daerahnya. Gagasan besar yang dimaksud adalah Tour de Flores. Pengorbanan mereka cukup besar. Merogok kocek sendiri demi perwujudan ide besar ini. Ini adalah bagian catatan sejarah awal mula pembentukan event olahraga berskala internasional ini. Itu tak dapat dipungkiri.

BacaDampak Mengejutkan Kedatangan Rossi ke Flores

Tapi yang menarik saya beragam komentar orang-orang yang nimburung dalam perdebatan ini. Mereka mempersoalkan Tour de Flores menyedot anggaran terlalu besar. Katanya, dana sebesar itu dapat digunakan untuk pembangunan infrastruktur saja. Toh, masih banyak jalan yang rusak, sekolah yang atapnya ambruk, dan macam alasan lain.

Dana yang mereka maksud adalah dana yang bersumber dari APBD. Melahirkan APBD melalui proses panjang. Mekanismenya ada. Bagi yang paham perencanaan atau terlibat dalam perencanaan pasti paham tahap-tahapan itu. Di sini, saya tidak perlu tulis secara mendalam, nantinya kesan menggurui dan sok pintar.

Untuk menggoalkan Tour de Flores masuk dalam agenda program kerja pemerintah kabupaten/kota dan provinsi, tentu melalui mekanisme perencanaan tersebut. Pada Tour de Flores terdahulu (2016) mungkin agak tergesa-gesa dan ‘dipaksakan’ masuk dalam program pemerintah karena memang tidak direncanakan pada tahun 2015 – sehingga harus masuk melalui anggaran perubahan. Sehingga wajar ada pro dan kontrak terjadi. Tarik ulur. Tapi, kini tahun kedua penyenggaraan Tour de Flores. Menurut siklus perencanaannya, secara normatif sudah dibahas pada tahun 2016.

Satu milyar memang angka fantastis. Angka sebesar itu kita bisa bangun berapa unit rumah penduduk miskin, ruang kelas dan fasilitas umum lainnya. Logikanya demikian. Tapi pertanyaan saya kepada mereka yang selalu berteriak tentang APBD, pernahkan mereka bedah APBD kabupaten/kota dan provinsi? Saya yakin tak satu pun orang yang terlibat dalam perdebatan itu lakukan hal ini. Karena itu kita tidak usah berdalil ABPD untuk menghentikan laju Tour de Flores.

Dengan membedah APBD kita akan lebih tahu secara detil tentang isi perutnya. Kita tidak hanya bicara di atas permukaan, tapi menyentuh hingga dasarnya. Seandainya, anda benar melakukan pembedahan APBD dengan benar dan jujur, anda akan menemukan kegiatan atau program yang menghabiskan angka lebih fantastis daripada dana yang dialokasikan untuk Tour de Flores. Padahal kegiatannya hanya rapat, konsultasi dan jalan dinas.  Diakumulasi lebih besar daripada dana yang dialokasikan untuk Tour de Flores yang kita ributkan itu. Itu juga penting. Setidak hal ini juga dilihat sebelum kita mengkritisi Tour de Flores.

Sehingga mengikuti perdebatan yang tersebar di media sosial, menghantar saya pada kesimpulan. Pertama, Banyak orang bersuara lantang tetapi mereka tidak memahami mekanisme perencanaan. Untuk menetapkan Tour de Flores menjadi salah satu agenda kegiatan bukan asal jadi atau asal comot. Tour de Flores merupakan agenda yang secara bertahap menjadi event tahunan pemerintah pusat dan daerah. Maka sangat disayangkan, kita (baca: orang Flores) meributkan Tour de Flores pada saat menjelang pelaksanaan event di sini. Sejatinya, diskusi, debat atau apapun namanya beserta dinamiknya berlangsung pada tahapan atau siklus perencanaan.

BacaJokowi Bangun 7 Pos Lintas Batas Negara, 3 di NTT Menjadi Destinasi Wisata

Kedua, masih banyak orang gagal paham tentang konsep Tour de Flores. Tour de Flores adalah olahgara perlombaan. Kita jangan mengharapkan atlet mengunjungi obyek wisata. Kapan mereka lomba, kapan mereka senang-senang. Tetapi dampak ikutan dari event inilah yang menjadi daya tarik wisatawan untuk datang ke Flores – jika Tour de Flores sudah memiliki kalender tetap. Ambil contoh seperti balapan motor GP di Sepang dan  Philips Island, Australia, pada moment tersebut wisatawan berdatangan ke sana. Analogi ini bisa digunakan untuk menjelaskan tentang Tour de Flores.

Ketiga, kita terlalu habiskan energi untuk berdebat dan tidak saling dukung satu sama lain. Egolah yang tampak. Untuk membangun Flores butuh kesepahaman. Soal Tour de Flores saja kita berbeda paham, apalagi yang lain. Mungkin inilah salah satu sebab, pembangunan di Flores melambat karena masing-masing kabupaten sibuk dengan daerah sendiri, minim kerjasama yang saling menunjang antar kabupaten tetangga. Membangun pariwisata butuh kebersamaan.

Terakhir, semua orang Flores dapat berpartisipasi membangun Flores dan khususnya menyukseskan Tour de Flores. Tidak harus menjadi anggota panitia Tour de Flores. Juga, kita jangan berpikir instan. Kerja (lomba) hari ini, dapat hasil (dampak) hari ini. Lalu kita ramai-ramai mengeroyok penyelenggaraan Tour de Flores dengan dalil APBD, tidak berdampak signifikan dan sebagainya.

Baca: Mencumbui Mausui, Sang Perawan dari Flores Sebelum Fajar Terbenam

Saya melihat perdebatan ini, salah satunya, rasa curiga kita kepada penyelenggara Tour de Flores – bukan Tour de Floresnya. Hanya saja kita kurang jujur dan berbicara terlalu mutar-mutar. Toh, kalau anda merasa Tour de Flores menjadi ladang korupsi, ya, laporkan saja kepihak yang berwenang, KPK misalnya. Pemerintah sendiri telah menyediakan fasilitas wistleblowing system, mengapa kita tidak lakukan di sana.

Bila kita mau jujur, terlalu dini mengkiritisi Tour de Flores yang baru seusia jagung ini. Jika Tour de Flores bernilai positif bagi Flores, maka dukunglah. Jangan sampai Tour de Flores digagas oleh orang Flores, digagalkan oleh orang Flores juga. Lebih memalukan!

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Berpartisipasi Dalam Tour de Flores, PEMDA Nagekeo Diminta Kembangkan Industri Pariwisata Dan Pemasarannya - Nagekeo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Wisata

To Top