Connect with us

Tour de Flores: Momentum Bagi Fotografer Menghasilkan Mahakarya Fotografi

Pariwisata

Tour de Flores: Momentum Bagi Fotografer Menghasilkan Mahakarya Fotografi

Hambaparan bukit sabana sebelum memasuki kota Mbay, Kabupaten Nagekeo (Foto: Dok. Pribadi)

Tour de Flores: Momentum Bagi Fotografer Menghasilkan Sebuah Mahakarya Fotografi [Oleh : Giorgio Babo Moggi] – Di era 90-an kebawah, teknologi fotografi tidak secanggih dewasa ini. Kepemilikan kamera atau tustel masih terbatas di kalangan berada – kalangan yang bisa beli. Harga sebuah kamera sangat mahal.

Baca: Mencumbui Padang Mausui, Firdaus Flores

Pada era itu jasa seorang fotografer terbilang mahal. Harga selembar foto dipatok dengan harga cukup mahal. Pendapatan seorang fotografer tiga kali lipat dari harga sebuah rol film yang dihabiskan untuk pemotretan tersebut.

Lagi, pada era itu kamera digital masih langka. Kamera konvensional, menggunakan rol film, sangat berjaya. Kalaupun ada yang memiliki kamera digital mungkin masih terbatas pada kalangan atau orang tertentu saja.

Sejalan dengan perkembangan teknologi, teknologi digital khususnya, kamera konvensional pun mulai ditinggalkan – mungkin saja ada orang yang memilikinya dengan berbagai alasan pribadi. Teknologi kamera pun memadukan dengan teknologi mobile sehingga dengan modal handphone orang dapat mengabadikan setiap moment baik dalam bentuk foto digital maupun video.

Perkembangan teknologi internet khususnya media sosial turut berpengaruh terhadap perkembangan teknologi digital. Berbagai perusahaan teknologi mobile berlomba-lomba memproduksi handphone yang memadukan berbagai feature yang memanjakan user.

Baca: Keteladanan Wanita Muslim Kupang yang Patut Ditiru

Kenyataan dapat dilihat dalam berbagai media sosial seperti facebook, instagram dan twitter. Dalam hitungan detik, orang lansung dapat meng-upload  foto atau video ke halaman facebook-nya. Sehingga media sosial menjadi kekuatan promosi apapun yang mudah tersebar secara meluas tanpa hambatan sekat ruang dan waktu.

Hampir semua aktivitas netizen terekspose di media sosial dalam bentuk tulisan, gambar dan video. Saat ini, dunia olahraga sekaligus pariwisata sedang mengalihkan perhatian pada event Tour de Flores yang akan diselenggarakan pada medio Juli tahun ini.

Berbagai cara untuk menyongsong peristiwa ini. Semua pihak, profesi dan komunitas dapat berpartisipasi dalam kegiatan ini. Misalnya, fotografer dapat memanfaatkan peluang untuk memanfaatkan moment  ini dengan menghasilkan gambar yang berkualitas dan bernilai jual.

Setiap pekerjaan atau profesi tidak ada yang sia-sia. Cepat atau lambat, setiap karya yang dilakukan secara profesional akan menghasilkan income bagi fotografer itu sendiri.

Selain itu, karya fotografer dapat mempromosikan pariwisata Flores melalui rangkaian peristiwa Tour de Flores yang diabadikannya. Pertanyaannya, sudahkah para fotografer menentukan spot yang tepat untuk pengambilan gambar?

Pengalaman Tour de Flores 2016 dapat menjadi referensi bagi para fotografer untuk menentukan titik-titik pengambilan gambar. Namun demikian, mereka harus melakukan survei terlebih dahulu lokasi-lokasi yang memungkinkan tercipta view yang indah sepanjang rute Tour de Flores.

Hamparan bukit Kesidari, gerbang masuk kota Mbay, dapat menjadi salah satu spot yang layak dipertimbangkan. Beberapa alasan yang menjadi pertimbangan bagi para fotografer. Track lintasan tediri-dari tikungan dan track lurus dan menurun. View pun menarik. Hamparan sabana yang ditimpah cahaya meninggalkan jejak kuning kehijau-hijauan.

Bentangan kota Mbay sejauh mata memandang.  Kemegahan Bukit Pamo di kaki lembah. Gunung Ebulobo terasa dekat di mata.  Semuanya menjadi latar belakang bagi para atlet balap sepeda detik-detik menjelang masuk gerbang kota Mbay.

Bukit Kesidari dapat menjadi salah satu spot yang tepat bagi para fotografer untuk momentum bersejarah kala Mbay ditandangi pembalap sepeda berkelas internasional.

Baca: Refleksi Sosiologis Ramadhan yang Teologis

Para fotografer dapat berperan dengan keahliannya untuk mengabdikan setiap moment Tour de Flores. Alam dan pembalap serta penonton yang larut dalam eforia Tour de Flores diabadikan dalam satu jepretan kamera.Bukan tidak mungkin, setiap karya tersebut dapat menghasilkan pundi-pundi uang. Selain itu, ada rasa kepuasan bathin ketika jiwa larut dalam kebahagian untuk merekam jejak Tour de Flores pada sebuah masa. Be positive with Tour de Flores. ***

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Pariwisata

To Top